Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

31 May, 2011

Sejadah terakhirku..




Dingin malam terasa kelainan kini
Ku sujud di sejadah lesuku
Ku lihat kebesaran titik-titik zikrullahMu
Terakhir kali ku lontarkan pengharapanku..

Aku tersungkur terjatuh ke bumiMu
Aku bangun melangkah untuk terakhir kali
Aku cuba bernafas untuk kesekian kali
Ku buka mataku namun tidak termampu..

Suaru ku tidak di dengar lagi
Aku hanya mampu melihat kerisauan
Tiada lagi bayangan ilusi di depan mata
Aku kaku di sini tanpa sepatah kata..

Dan sujud terakhirku di sini
Di atas hamparan sejadah terakhirku
Mahu mengerti makna hakiki
Aku pergi menyusul kembali
Setelah di panggil menghadap Illahi


Kini ku akur untuk kesekian kali...




Nota kaki: kembara di penghujung doa..


Shaiqin aisyah
Di tulis pada 9.38am_28 Jamadilakhir 1432H.
Gambar: www.deviantart.com



17 May, 2011

Semalam...






Semalam...

Jika langit hendak runtuh
Bersama birunya awan di lautan luas
Bagaimana bisa melawan kehendaknya
Kita hamba yang dibatasi takdir
Di situ punya jalan ceritanya

Deruan ombak di lautan luas
Bersyukur dengan kehidupan
Anugerahiku hari ini rasa haus
Hati akan menjadi tepian pantai
Dari samudera tidak punya gelombang

Bila mereka sedang bersukaria
Renunglah dalam ke lubuk hati
Di sanalah nanti mereka dapati
bahawa hanya yang pernah membuat derita
berkemampuan memberi bahagia.

Jika mereka berdukacita
Renungilah lagi, ke lubuk hati
Di sanalah pula bakal ditemui
bahawa sesungguhnya
Mereka sedang menangisi
sesuatu yang pernah
mereka syukuri ya Rahman..

shaiqin aisyah
14 may_11 Jamadilakhir 1432H
Di bawah cahaya bulan penuh_perhentian
Seminit waktu.



27 April, 2011

Nota fikiran catatan hati.

www.deviantart.com

Hidup memanggil dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain dan begitu juga nasib yang memindahkan kita dari satu tahap dan tapak yang lain. Dan kita yang diburu oleh keduanya, hanya mendengar suara yang mengerikan, dan hanya melihat susuk yang menghalangi dan merintangi jalan kita. Lalu kita terduduk seketika.


Cinta lalu dan hadir di depan kita, berjubahkan kata kelembutan tetapi kita lari ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan bahkan ada pula yang mengikutinya, untuk berbuat kejahatan atas nama sucinya sebuah nota cinta.

Meskipun orang yang paling bijaksana terbongkok kerana memikul beban Cinta yang dikotorinya tapi sebenarnya beban itu seiringan bayu nun di sana tanpa perlu titisan cela di atasnya.

Kebenaran memanggil-manggil kita di antara tawa hilai anak-anak kecil dan pelukan ibu dan ayah, tapi kita menutup pintu keramahan baginya, dan menghadapinya bagaikan musuh di depan mata.

Hati manusia menyeru pertolongan sedalamnya , jiwa manusia memohon pembebasan tetapi kita tidak mendengar teriak mereka, kerana kita tidak membuka telinga dan berniat memahaminya. Namun orang yang mendengar dan memahaminya kita sebut gila lalu kita tinggalkan ia begitu sahaja. Mana hilang Nur pada jalannya.

Kita dikatakan amat terikat pada bumi, sedangkan gerbang Tuhan terbuka lebar selebar lembayungnya di sana. Kita memijak-mijak titian titi kehidupan sedangkan kelaparan memamah hati kita. Sungguh betapa budiman dan agung Sang Hidup terhadap Manusia, namun betapa jauh Manusia meninggalkan Sang HidupNYA.

Shaiqin Aisyah
8.35pm_24 jamadil awal 1432H
(sekeping roti secawan teh,semanis senyuman yang diukir)


26 February, 2011

Ilham: Makna kata


Hari ini mereka bertanya tentang kehidupan
Inginku ceritakan tentang hal kematian
Ia adalah GURU
Yang mengajarku
makna kebangkitan dan perjuangan

Hari ini mereka bertanyakan tentang kesenangan
Inginku khabarkan tentang makna kepayahan
Ia adalah TEMAN kehidupan
Yang mengajarku
Sebuah erti kegigihan dan keazaman

Hari ini mereka bertanyakan tentang kejujuran
Inginku perihalkan ia tentang keikhlasan
Ia adalah HATI insani
Yang mengajarku dari dalam diri
Erti sebuah PERKONGSIAN iklim jiwa

Hari ini mereka bertanya tentang keseronokan
Inginku ceritakan tentang kesedihan
Ia adalah PEMBIMBING setia
Yang mengajarku
Erti kesedaran dan kecukupan..

www.deviantart.com

Shaiqin Aisyah
12.10am_23 rabiul'awal 1432H
[Masih di sini,kembara di penghujung doa..]

*jumpa lagi*

05 February, 2011

Perempuan itu..


Akulah perempuan itu
Berselimutkan harapan suci putih
lalu membalut dinginnnya alunan angin
mengimbas sosok tubuh

Akulah perempuan itu
Membuka kedua tangannya
memeluk sosok aku dengan huluran
ke atas sana

Akulah perempuan itu
Perempuan yang sedar
Lalu menunjukkan peranannya ke langit
mendung yang sebentar lagi hujan

Akulah perempuan itu
Perempuan yang berkiaskan sekeping hati
seindah hamparan karang di lautan
sedalam lebaran nyawa di sana

Akulah perempuan itu
Perempuan yang selalu membasuh
lalu utuhnya pengharapan masa lalu
mengikuti denting warna cinta seutuhnya

Akulah perempuan itu sedetik langkah
Kiasan kuat dan berharga
Hamparan debu sedingin angin
Bagi makhluk yang punya nama..

www.deviantart.com

shaiqin aisyah
12.05am_ 2 Rabi'ul Awal 1432 Hijrah
[rindu rasa dalam redhaMu,membentuk hati seikhlas diri..]




29 November, 2010

Syair Cinta Sufi Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah

Syair 1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatu pun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

Syair 2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Syair 3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

Syair 4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

Syair 5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

Syair 6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

Syair 7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

Syair 8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

Syair 9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia


"Ya Tuhanku! Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu."

Syair Cinta Sufi Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah

Tokoh Sufi, Rabiah Al-Adawiyah lahir dari sebuah keluarga yang serba kekurangan, namun dia muncul menjadi seorang sufi wanita terkenal yang selalu diperkatakan keperibadiannya oleh golongan pengikut ahli tasawuf ini.


Cerita beliau boleh dibaca di link ini.


shaiqin aisyah
22 Dzulhijjah 1431 10.30pm
[menanti keputusan tidak lama lagi insyaallah]

06 November, 2010

Poem: "Thankful"


Be thankful that you don't already have everything you desire,
If you did, what would there be to look forward to?
Be thankful when you don't know something
For it gives you the opportunity to learn.

Be thankful for the difficult times.
During those times you grow.
Be thankful for your limitations
Because they give you opportunities for improvement.

Be thankful for each new challenge
Because it will build your strength and character.
Be thankful for your mistakes
They will teach you valuable lessons.

Be thankful when you are tired
Because it means you have made a difference.
It is easy to be thankfull for the good things.

A life of rich fulfilment comes to those who are also
thankful for the setbacks.

Ourself can turn a negative into a positive.
Find a way to be thankfull for your troubles and they
can become your blessings. [source]

feainne.deviantart.com


I asked for Courage
And God gave me Danger to overcome.
I asked for Love.
And God gave me Troubled people to help.
I asked for Favours.
And God gave me Opportunities.
I received nothing I wanted
I received everything I needed
My Prayer has been answered..

Thank you..

shaiqin aisyah
1.10 am

03 November, 2010

Poem: “Pray”

by ~pandepandu/deviantart.com

I knelt to pray but not for long,
I had too much to do.
I had to hurry and get to work For bills would soon be due.
So I knelt and said a hurried prayer,
And jumped up off my knees.
My Muslim duty was now done
My soul could rest at ease.
All day long I had no time
To spread a word of cheer.
No time to speak of Allah to friends,
They’d laugh at me I’d fear.
No time, no time, too much to do,
That was my constant cry,
No time to give to souls in need
But at last the time, the time to die.
I went before the Lord,
I came,
I stood with downcast eyes
For in his hands God held a book;
It was the book of life.
God looked into his book and said
Your name I cannot find.
I once was going to write it down…
But never found the time.


I just want to share this beautiful poem by Fatma Muslima I found on the web. It is thought provoking and should be a good reflection for us.


Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Sejadah terakhirku..




Dingin malam terasa kelainan kini
Ku sujud di sejadah lesuku
Ku lihat kebesaran titik-titik zikrullahMu
Terakhir kali ku lontarkan pengharapanku..

Aku tersungkur terjatuh ke bumiMu
Aku bangun melangkah untuk terakhir kali
Aku cuba bernafas untuk kesekian kali
Ku buka mataku namun tidak termampu..

Suaru ku tidak di dengar lagi
Aku hanya mampu melihat kerisauan
Tiada lagi bayangan ilusi di depan mata
Aku kaku di sini tanpa sepatah kata..

Dan sujud terakhirku di sini
Di atas hamparan sejadah terakhirku
Mahu mengerti makna hakiki
Aku pergi menyusul kembali
Setelah di panggil menghadap Illahi


Kini ku akur untuk kesekian kali...




Nota kaki: kembara di penghujung doa..


Shaiqin aisyah
Di tulis pada 9.38am_28 Jamadilakhir 1432H.
Gambar: www.deviantart.com



Semalam...






Semalam...

Jika langit hendak runtuh
Bersama birunya awan di lautan luas
Bagaimana bisa melawan kehendaknya
Kita hamba yang dibatasi takdir
Di situ punya jalan ceritanya

Deruan ombak di lautan luas
Bersyukur dengan kehidupan
Anugerahiku hari ini rasa haus
Hati akan menjadi tepian pantai
Dari samudera tidak punya gelombang

Bila mereka sedang bersukaria
Renunglah dalam ke lubuk hati
Di sanalah nanti mereka dapati
bahawa hanya yang pernah membuat derita
berkemampuan memberi bahagia.

Jika mereka berdukacita
Renungilah lagi, ke lubuk hati
Di sanalah pula bakal ditemui
bahawa sesungguhnya
Mereka sedang menangisi
sesuatu yang pernah
mereka syukuri ya Rahman..

shaiqin aisyah
14 may_11 Jamadilakhir 1432H
Di bawah cahaya bulan penuh_perhentian
Seminit waktu.



Nota fikiran catatan hati.

www.deviantart.com

Hidup memanggil dan melantunkan kita dari satu tempat ke tempat yang lain dan begitu juga nasib yang memindahkan kita dari satu tahap dan tapak yang lain. Dan kita yang diburu oleh keduanya, hanya mendengar suara yang mengerikan, dan hanya melihat susuk yang menghalangi dan merintangi jalan kita. Lalu kita terduduk seketika.


Cinta lalu dan hadir di depan kita, berjubahkan kata kelembutan tetapi kita lari ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan bahkan ada pula yang mengikutinya, untuk berbuat kejahatan atas nama sucinya sebuah nota cinta.

Meskipun orang yang paling bijaksana terbongkok kerana memikul beban Cinta yang dikotorinya tapi sebenarnya beban itu seiringan bayu nun di sana tanpa perlu titisan cela di atasnya.

Kebenaran memanggil-manggil kita di antara tawa hilai anak-anak kecil dan pelukan ibu dan ayah, tapi kita menutup pintu keramahan baginya, dan menghadapinya bagaikan musuh di depan mata.

Hati manusia menyeru pertolongan sedalamnya , jiwa manusia memohon pembebasan tetapi kita tidak mendengar teriak mereka, kerana kita tidak membuka telinga dan berniat memahaminya. Namun orang yang mendengar dan memahaminya kita sebut gila lalu kita tinggalkan ia begitu sahaja. Mana hilang Nur pada jalannya.

Kita dikatakan amat terikat pada bumi, sedangkan gerbang Tuhan terbuka lebar selebar lembayungnya di sana. Kita memijak-mijak titian titi kehidupan sedangkan kelaparan memamah hati kita. Sungguh betapa budiman dan agung Sang Hidup terhadap Manusia, namun betapa jauh Manusia meninggalkan Sang HidupNYA.

Shaiqin Aisyah
8.35pm_24 jamadil awal 1432H
(sekeping roti secawan teh,semanis senyuman yang diukir)


Ilham: Makna kata


Hari ini mereka bertanya tentang kehidupan
Inginku ceritakan tentang hal kematian
Ia adalah GURU
Yang mengajarku
makna kebangkitan dan perjuangan

Hari ini mereka bertanyakan tentang kesenangan
Inginku khabarkan tentang makna kepayahan
Ia adalah TEMAN kehidupan
Yang mengajarku
Sebuah erti kegigihan dan keazaman

Hari ini mereka bertanyakan tentang kejujuran
Inginku perihalkan ia tentang keikhlasan
Ia adalah HATI insani
Yang mengajarku dari dalam diri
Erti sebuah PERKONGSIAN iklim jiwa

Hari ini mereka bertanya tentang keseronokan
Inginku ceritakan tentang kesedihan
Ia adalah PEMBIMBING setia
Yang mengajarku
Erti kesedaran dan kecukupan..

www.deviantart.com

Shaiqin Aisyah
12.10am_23 rabiul'awal 1432H
[Masih di sini,kembara di penghujung doa..]

*jumpa lagi*

Perempuan itu..


Akulah perempuan itu
Berselimutkan harapan suci putih
lalu membalut dinginnnya alunan angin
mengimbas sosok tubuh

Akulah perempuan itu
Membuka kedua tangannya
memeluk sosok aku dengan huluran
ke atas sana

Akulah perempuan itu
Perempuan yang sedar
Lalu menunjukkan peranannya ke langit
mendung yang sebentar lagi hujan

Akulah perempuan itu
Perempuan yang berkiaskan sekeping hati
seindah hamparan karang di lautan
sedalam lebaran nyawa di sana

Akulah perempuan itu
Perempuan yang selalu membasuh
lalu utuhnya pengharapan masa lalu
mengikuti denting warna cinta seutuhnya

Akulah perempuan itu sedetik langkah
Kiasan kuat dan berharga
Hamparan debu sedingin angin
Bagi makhluk yang punya nama..

www.deviantart.com

shaiqin aisyah
12.05am_ 2 Rabi'ul Awal 1432 Hijrah
[rindu rasa dalam redhaMu,membentuk hati seikhlas diri..]




Syair Cinta Sufi Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah

Syair 1
Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cintaMu
Hingga tak ada sesuatu pun yang menggangguku dalam jumpaMu
Tuhanku, bintang-gemintang berkelap-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu-pintu istana pun telah rapat tertutup
Tuhanku, demikian malampun berlalu
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau Terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau Tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalu ku lakukan
Selama Kau Beri aku kehidupan
Demi kemanusiaan-Mu,
Andai Kau Usir aku dari pintuMu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku padaMu sepenuh kalbu

Syair 2
Ya Allah, apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di dunia ini,
Berikanlah kepada musuh-musuhMu
Dan apa pun yang akan Engkau
Karuniakan kepadaku di akhirat nanti,
Berikanlah kepada sahabat-sahabatMu
Karena Engkau sendiri, cukuplah bagiku

Syair 3
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka
Bukan pula karena mengharap masuk surga
Tetapi aku mengabdi,
Karena cintaku padaNya
Ya Allah, jika aku menyembahMu
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi, jika aku menyembahMu
Demi Engkau semata,
Janganlah Engkau enggan memperlihatkan keindahan wajahMu
Yang abadi padaku

Syair 4
Ya Allah
Semua jerih payahku
Dan semua hasratku di antara segala
Kesenangan-kesenangan
Di dunia ini, adalah untuk mengingat Engkau
Dan di akhirat nanti, diantara segala kesenangan
Adalah untuk berjumpa denganMu
Begitu halnya dengan diriku
Seperti yang telah Kau katakana
Kini, perbuatlah seperti yang Engkau Kehendaki

Syair 5
Aku mencintaiMu dengan dua cinta
Cinta karena diriku dan cinta karena diriMu
Cinta karena diriku, adalah keadaan senantiasa mengingatMu
Cinta karena diriMu, adalah keadaanMu mengungkapkan tabir
Hingga Engkau ku lihat
Baik untuk ini maupun untuk itu
Pujian bukanlah bagiku
BagiMu pujian untuk semua itu

Syair 6
Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi
Beri ampunlah pembuat dosa yang datang kehadiratMu
Engkaulah harapanku, kebahagiaan dan kesenanganku
Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau

Syair 7
Hatiku tenteram dan damai jika aku diam sendiri
Ketika Kekasih bersamaku
CintaNya padaku tak pernah terbagi
Dan dengan benda yang fana selalu mengujiku
Kapan dapat kurenungi keindahanNya
Dia akan menjadi mihrabku
Dan rahasiaNya menjadi kiblatku
Bila aku mati karena cinta, sebelum terpuaskan
Akan tersiksa dan lukalah aku di dunia ini
O, penawar jiwaku
Hatiku adalah santapan yang tersaji bagi mauMu
Barulah jiwaku pulih jika telah bersatu dengan Mu
O, sukacita dan nyawaku, semoga kekallah
Jiwaku, Kaulah sumber hidupku
Dan dariMu jua birahiku berasal
Dari semua benda fana di dunia ini
Dariku telah tercerah
Hasratku adalah bersatu denganMu
Melabuhkan rindu

Syair 8
Sendiri daku bersama Cintaku
Waktu rahasia yang lebih lembut dari udara petang
Lintas dan penglihatan batin
Melimpahkan karunia atas doaku
Memahkotaiku, hingga enyahlah yang lain, sirna
Antara takjub atas keindahan dan keagunganNya
Dalam semerbak tiada tara
Aku berdiri dalam asyik-masyuk yang bisu
Ku saksikan yang datang dan pergi dalam kalbu
Lihat, dalam wajahNya
Tercampur segenap pesona dan karunia
Seluruh keindahan menyatu
Dalam wajahNya yang sempurna
Lihat Dia, yang akan berkata
“Tiada Tuhan selain Dia, dan Dialah Yang maha Mulia.”

Syair 9
Rasa riangku, rinduku, lindunganku,
Teman, penolong dan tujuanku,
Kaulah karibku, dan rindu padaMu
Meneguhkan daku
Apa bukan padaMu aku ini merindu
O, nyawa dan sahabatku
Aku remuk di rongga bumi ini
Telah banyak karunia Kau berikan
Telah banyak..
Namun tak ku butuh pahala
Pemberian ataupun pertolongan
CintaMu semata meliput
Rindu dan bahagiaku
Ia mengalir di mata kalbuku yang dahaga
Adapun di sisiMu aku telah tiada
Kau bikin dada kerontang ini meluas hijau
Kau adalah rasa riangku
Kau tegak dalam diriku
Jika aku telah memenuhiMu
O, rindu hatiku, aku pun bahagia


"Ya Tuhanku! Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu."

Syair Cinta Sufi Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah

Tokoh Sufi, Rabiah Al-Adawiyah lahir dari sebuah keluarga yang serba kekurangan, namun dia muncul menjadi seorang sufi wanita terkenal yang selalu diperkatakan keperibadiannya oleh golongan pengikut ahli tasawuf ini.


Cerita beliau boleh dibaca di link ini.


shaiqin aisyah
22 Dzulhijjah 1431 10.30pm
[menanti keputusan tidak lama lagi insyaallah]

Poem: "Thankful"


Be thankful that you don't already have everything you desire,
If you did, what would there be to look forward to?
Be thankful when you don't know something
For it gives you the opportunity to learn.

Be thankful for the difficult times.
During those times you grow.
Be thankful for your limitations
Because they give you opportunities for improvement.

Be thankful for each new challenge
Because it will build your strength and character.
Be thankful for your mistakes
They will teach you valuable lessons.

Be thankful when you are tired
Because it means you have made a difference.
It is easy to be thankfull for the good things.

A life of rich fulfilment comes to those who are also
thankful for the setbacks.

Ourself can turn a negative into a positive.
Find a way to be thankfull for your troubles and they
can become your blessings. [source]

feainne.deviantart.com


I asked for Courage
And God gave me Danger to overcome.
I asked for Love.
And God gave me Troubled people to help.
I asked for Favours.
And God gave me Opportunities.
I received nothing I wanted
I received everything I needed
My Prayer has been answered..

Thank you..

shaiqin aisyah
1.10 am

Poem: “Pray”

by ~pandepandu/deviantart.com

I knelt to pray but not for long,
I had too much to do.
I had to hurry and get to work For bills would soon be due.
So I knelt and said a hurried prayer,
And jumped up off my knees.
My Muslim duty was now done
My soul could rest at ease.
All day long I had no time
To spread a word of cheer.
No time to speak of Allah to friends,
They’d laugh at me I’d fear.
No time, no time, too much to do,
That was my constant cry,
No time to give to souls in need
But at last the time, the time to die.
I went before the Lord,
I came,
I stood with downcast eyes
For in his hands God held a book;
It was the book of life.
God looked into his book and said
Your name I cannot find.
I once was going to write it down…
But never found the time.


I just want to share this beautiful poem by Fatma Muslima I found on the web. It is thought provoking and should be a good reflection for us.